Kalau kamu naksir seseorang lebih dari 4 bulan, bisa jadi kamu bener-bener suka padanya
Kalau kamu naksir seseorang lebih dari 4 bulan, bisa jadi kamu bener-bener suka padanya
The most painful thing is losing yourself in the process of loving someone too much, and forgetting that you are special too.
“Yang harus kau lakukan hanyalah jujur pada perasaanmu sendiri dan bukalah hatimu”
Itu yang dikatakan temanku sambil mencak-mencak memarahiku.
Katanya, aku takut. Takut jatuh cinta. Takut seseorang datang dan merusak seluruh alur hidupku. Dan katanya, aku berkata seolah-olah tak ada yang mau denganku. Namun kenyataannya, banyak. Dan tanpa sadar aku menolak mereka semua, dengan alasan klise.
Katanya, aku takut. Bukan takut terluka, namun takut untuk membuka diri, takut untuk bergantung pada satu orang, takut untuk membagi kisahku.
Selama bertahun-tahun, aku tak kunjung sadar, aku cuek saja pada perkataan sahabatku itu, sebab itu bukan aku, pikirku.
Dan kau datang, tidak merusak segalanya, namun memasukinya. Kau memasuki hidupku yang hanya kumiliki sendiri. Kau mulai menarikku masuk ke dalam hidupmu, kau menyuruhku berbagi cerita, kau memaksaku tersenyum. Kau dan kau dan kau selalu.
Tanpa sadar, aku mulai takut lagi. Aku takut jatuh cinta. Takut dan takut. Aku takut rasa ini tak akan bertahan lama, dan aku akan mulai melupakanmu layaknya orang-orang yang dulu kusukai dan dengan mudah kulupakan.
Yang paling aku takutkan adalah kehilangan dirimu, kehilangan temanku yang berharga seperti dulu. Dan aku menyesalinya sekarang.
Mungkin kau tidak pernah menyukaiku atau menaruh rasa padaku, tapi aku mohon, jangan buat aku takut. Sebab rasa takut ini menghalangiku, untuk jatuh cinta. Ajari aku, tidak takut dengan cinta :’)
Aku ingin mencintaimu dengan serius. Walaupun mungkin kau tak pernah berpaling kepadaku. Namun, cintaku untukmu adalah hidupku. Jadi, tetaplah bersamaku, di saat aku akan selalu mencintaimu :’)
I have no feeling, because my feeling has been taken by you :’)
When you love someone, just be brave to say that you want him to be with you
tyas, @tyasdwiar
my parents and i made a foldable softbox to help me do my stuff there, and as you can see here, that softbox did a nice job!
Thankyouuuuu iok for taking this photo. Damn, I’m so pretty :’)
Kita berempat duduk di balkon, menatap indah sang bulan pada malam itu, namun sang bulan tak ditemani bintang-bintang yang indah, hanya segelintir yang tampak dimata.
Kita bernyanyi diiringi dengan alunan permainan gitar, bahkan kau buat lagu sendiri, entah lagu tentang praktikumku keesokan harinya dan lagu galau yang kau buat gara-gara menatapi nasib.
Kita berbincang tentang segala hal, rencana main kita, dari jalan-jalan, karaoke, nonton konser dan bahkan menginap di pantai walaupun sebagian besar hanya mitos belaka. Setidaknya kita punya bahan untuk bicara.
Kita bergalau ria, dari galau akademis, galau cinta bahkan galau skripsi. Dan kita sama-sama menatap hidup kita, menatap masa muda kita, apakah sia-sia? apakah yang kita lakukan, kita perbuat selama ini cukup berarti? cukup berharga?
Dan yang aku ingat dari malam itu, entah mengapa bulan memang terasa sangat indah atau memang omongan kita seluruhnya asal saja, yang penting ngobrol dan temu kangen. Haha
“Kapan kita ketemu lagi? Sebulan lagi? Kelamaan, keburu kangen kalian, ketemu sebelumnya yuk!” Yang diakhiri dengan pelukan hangat
“Mungkin itu kenapa hantu muncul di malam hari,karena taburan bintang dan cahaya bulan terlalu indah utk dilewatkan,bahkan setelah kematian” Yang diakhiri dengan tatapan aneh dan ketawa yang cukup lama.
Akhirnya, lambaian tangan dan senyuman yang mengakhiri malam indah tersebut. Selama bulan masih tetap bersinar dengan indah, mungkin suatu hari nanti kita menatap bulan lagi…di tepi pantai :’)
By far, It's only me